Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi menjadi tuan rumah perhelatan akbar Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN 2026 yang berlangsung mulai Senin, 27 April 2026. Kegiatan yang digagas oleh Forum LPM PTKIN Indonesia (PILJAMU) ini mengusung tema strategis “Sinkronisasi dan Penyusunan Dokumen SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025”. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para penggiat penjaminan mutu mengenai perubahan regulasi terbaru dalam dunia pendidikan tinggi yang dinamis.
Rangkaian acara dibuka dengan khidmat di Hotel Truntum Padang, yang menjadi pusat seluruh kegiatan koordinasi dan diskusi intensif para peserta. Dalam suasana yang produktif, para pimpinan dan penggiat mutu dari berbagai daerah berkumpul untuk menyelaraskan sistem penjaminan mutu internal agar sejalan dengan standar nasional yang baru. Pertemuan ini menjadi krusial dalam memetakan tantangan pasca-terbitnya Permendiktisaintek 39 Tahun 2025 demi mencapai target akreditasi institusi yang unggul, baik secara nasional maupun internasional.

Delegasi LPM UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan menunjukkan kontribusi strategisnya dengan terlibat aktif dalam setiap sesi diskusi penyusunan draf dokumen. Tim UINSU yang hadir secara lengkap dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag. (Ketua LPM), didampingi oleh Dr. Fauziah Nasution, M.Si. (Sekretaris LPM), Prof. Dr. Chuzaimah Batubara, MA (Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu), dan Dr. Muhammad Fadhli, M.Pd. (Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran).
Pertemuan nasional ini berhasil merumuskan dan menghasilkan dokumen standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang sangat berkualitas dan terstandar secara nasional. Hal ini dicapai karena dokumen tersebut disusun dan diuji secara kolektif oleh berbagai LPM PTKIN dari seluruh Indonesia, sehingga mampu menampung berbagai perspektif, kebutuhan, dan solusi atas kendala lapangan. Kebersamaan dalam penyusunan ini memastikan adanya standarisasi mutu yang merata di lingkungan PTKIN, yang akan menjadi panduan baku dalam menjaga kualitas akademik di masa depan.

Selain fokus pada aspek administratif, kegiatan ini juga memperluas jangkauan melalui kolaborasi pengabdian masyarakat berbasis mutu di wilayah Padang Panjang dan Bukittinggi. Melalui sinergi antara LPM dan LPPM PTKIN se-Indonesia, diharapkan penyusunan dokumen SPMI ini memberikan dampak nyata pada kualitas pendidikan serta budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi. Acara ini resmi berakhir pada Kamis, 30 April 2026, dengan membawa komitmen kolektif untuk terus mengawal dan meningkatkan mutu pendidikan Islam di Indonesia.
