MEDAN – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sumatera Utara mengadakan kegiatan Penilaian dan Penelaahan Beban Kinerja Dosen (BKD) di Royal Suite Condotel Medan, Rabu-Kamis (8-9/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan transisi sistem penilaian BKD dari SI BEDJO ke SISTER yang akan diterapkan secara nasional di PTKIN
Sebanyak 67 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas operator PDDIKTI program studi, tim PUSTIPADA, kepala pusat, dan staf ahli LPM UIN Sumatera Utara. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai tata kelola data dosen dan mekanisme penilaian BKD berbasis SISTER.
Ketua LPM UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pengelola agar proses transisi menuju SISTER berjalan lebih baik. Menurutnya, perubahan sistem tidak hanya menyangkut penggunaan aplikasi baru, tetapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia dan kualitas pengelolaan data.
Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Harian Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.A. Ia menegaskan bahwa operator PDDIKTI memiliki peran penting dalam menjaga kualitas data akademik. “Operator PDDIKTI bukan hanya pekerja, tetapi pejuang kelembagaan. Mereka menopang kemajuan UIN Sumatera Utara melalui data yang akurat,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Muhammad Nur Gunawan, S.T., M.B.A., Koordinator PDDIKTI dan SISTER LPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memaparkan praktik baik pengelolaan BKD berbasis SISTER. Ia berbagi pengalaman mengenai proses penilaian, penelaahan, serta pengelolaan data yang telah diterapkan di UIN Jakarta.
