Bertempat di Hotel Truntum, Padang, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sumatera Utara Medan resmi menjalin Perjanjian Kerjasama Terpadu dengan puluhan LPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia pada Selasa, 28 April 2026. Kerjasama kolektif ini merupakan langkah strategis untuk mensinkronisasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta memperkuat tata kelola pendidikan tinggi berbasis mutu. Melalui kesepakatan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk saling mendukung dalam pemanfaatan sumber daya demi meningkatkan standar kualitas akademik di lingkungan PTKI.
Penandatanganan naskah kerjasama ini dilakukan langsung oleh Ketua LPM UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., bersama para Ketua LPM dari berbagai institusi seperti UIN Imam Bonjol Padang, UIN Salatiga, hingga UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Keterlibatan aktif Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag. dalam penandatanganan ini menegaskan posisi strategis UINSU dalam mendorong terciptanya ekosistem penjaminan mutu yang solid di tingkat nasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi akreditasi program studi dan institusi menuju kualifikasi Unggul secara merata.

Ruang lingkup perjanjian ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari sinkronisasi kebijakan standar mutu, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) silang, hingga pengembangan sistem informasi penjaminan mutu berbasis digital. Selain itu, kerjasama ini juga menekankan peran LPM PTKIN sebagai pembina bagi perguruan tinggi swasta (PTKIS) di wilayahnya masing-masing. Fokus utamanya adalah memastikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berjalan secara berkelanjutan melalui kolaborasi penelitian dan berbagi praktik baik (share best practices).
Dengan berlakunya perjanjian ini selama tiga tahun ke depan, para pihak sepakat untuk melakukan evaluasi berkala guna memastikan program kerja yang disusun memberikan dampak nyata. Sinergi besar yang melibatkan puluhan satker LPM ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat kolektif dalam menjaga mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam. Penandatanganan ini menutup rangkaian sesi teknis di hari kedua kegiatan Temu Nasional Penjaminan Mutu 2026 dengan semangat kemitraan yang saling menguntungkan.
