MEDAN – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan menggelar kegiatan “Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Dosen dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Outcome-Based Education (OBE) dan Rubrik Asesmen Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 3–4 Juni 2026 ini, dipusatkan di Royal Suite Condotel, Jalan Palang Merah No. 1, Medan, dan dimulai setiap pukul 08.00 WIB hingga selesai.




Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Ketua LPM UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Menurutnya, agenda ini merupakan langkah konkret universitas dalam merespon regulasi nasional terbaru, pasca lahirnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Prof. Yafiz menekankan bahwa UIN SU harus bergerak cepat dan adaptif terhadap transformasi kurikulum demi menjaga dan meningkatkan mutu serta daya saing lulusan di kancah nasional maupun internasional.
Untuk mengupas tuntas implementasi kurikulum masa kini, LPM UIN SU menghadirkan pakar kurikulum tingkat nasional sebagai narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Buhori Muslim, M.Ag. dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam pemaparannya, Prof. Buhori yang dikenal sangat ahli dalam bidang kurikulum membedah secara mendalam mengenai strategi peralihan paradigma pendidikan menuju Outcome-Based Education. Ia menekankan bahwa pergeseran regulasi nasional menuntut perguruan tinggi untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan terukur sejak dalam dokumen RPS.



Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran UIN SU, Dr. Muhammad Fadhli, M.Pd., selaku Person in Charge (PIC) kegiatan, menegaskan pentingnya lokakarya ini bagi performa akademis para dosen. Dr. Fadhli menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan teknis dosen dalam menyelaraskan antara RPS, proses penilaian, dengan CPL yang telah ditetapkan oleh program studi. Penyelarasan konstruktif (constructive alignment) ini dinilai krusial agar seluruh aktivitas perkuliahan benar-benar berjalan searah dengan tujuan kompetensi lulusan.

Dr. Fadhli juga menambahkan bahwa kelemahan yang sering ditemukan di lapangan adalah adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara apa yang diajarkan, metode penilaian, dan capaian akhir yang diharapkan dari mahasiswa. Melalui pembinaan intensif dan penyusunan rubrik asesmen yang presisi bersama narasumber ahli, para dosen dibimbing secara langsung untuk menyusun alat ukur yang objektif. Dengan demikian, evaluasi kompetensi riil mahasiswa dapat dilakukan dengan tepat dan kualitas akademik di lingkungan UIN SU dapat distandardisasi dengan baik.


Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh perwakilan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Sumatera Utara Medan. Selama dua hari, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoretis, tetapi juga mengikuti sesi bimbingan teknis (bimtek) dalam menyusun dan merevisi dokumen kurikulum berbasis OBE mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan draf RPS dan rubrik asesmen baru yang siap diimplementasikan pada tahun akademik mendatang, guna mewujudkan mutu pendidikan UIN SU yang lebih unggul dan integratif.



